Kamis, 20 Desember 2012

Completing Each Others.

Just made a conversation between a boy&a girl..


He:


Apa yang kau
rasakan tentang cinta?
She:Ketika kita merasa sakit karena cinta, itu hanya saat kita tak mengerti cinta.
He:Lalu apa cinta itu harus selalu mengerti? Apa salah kalau cinta itu hanya datang dan mengisi hati?
She:Tidak salah, tapi bukan cinta yang minta dimengerti. Cinta yang memberi pengertian. Kita yang harus mencerna dan memberikannya lagi pada orang yang kita cintai. Cinta yang membuat kita bisa mengerti.
He:Berkorban demi cinta?
She:Aku lebih suka menyebutnya perlawanan terhadap ke'aku'an diri.
He:Berarti cinta sama dengan 'ego' dalam kamus logika?
She:Tidak, cinta bukan tentang logika. Kita hanya menghafal hurufnya dikepala tapi hati yang menyimpan definisinya. Cinta sama dengan keegoisan? bagiku tak ada di kamus manapun. Tidak semua hal dapat dilogikakan ketika menyangkut perasaan.
He:Aku hanya menyimpulkan dari pertanyaanku yang kau jawab.
She:Kau salah mengartikan jawaban itu. 'Berkorban demi cinta' aku bukan tak setuju pada abjad-abjad itu, hanya lebih suka menyebutnya sebagai 'perlawanan terhadap keakuan diri'. Yang berarti tdak memaksakan keegoisan apapun kemudian menyebutnya atas nama cinta.
He:Cinta itu kosong dan tak berisi. Cinta itu anugerah dari yang maha kuasa, tapi tuhan menciptakan manusia dengan akal dan pikiran sehingga cinta tidak merusak orang yang Dia berikan cinta. Melainkan membawa kebahagiaan.
She:Aku setuju, hanya saja mereka para pembawa cinta kerap salah menerjemahkannya. Mendefinisikan cinta seenaknya, lalu merasa terluka karena definisi yang diciptakannya sendiri.
He:Berarti setuju kalau cinta itu harus memakai logika?
She:Logika seperti apa? Sudah kubilang, buatku hanya hati yang mengetahui definisinya. Mereka yang merasa dilukai oleh cinta adalah mereka yang terjebak pada pemahamannya sendiri ttg cinta.
He:Cinta itu buta. Hancur dunia ketika cinta tidak didasari logika. Logika yang akan membawa dan mengisi cinta yang kosong dan tak berisi kepada sebuah kebaikan. Kebahagiaan dan ketidakegoisan sekalipun.
She:Lalu apa gunanya nurani? Bagiku disitulah cinta hidup. disitu cinta berdetak. Kepala? Otak? Hanya mencoba mencari apa kata-kata yang tepat untuk mendefinisikannya. Nurani bukan hawa nafsu, yang selama ini hanya cermin yang berpura-pura menjadi nurani. Sayang sekali kita sering salah mengenalinya.
He:Akal sehat yang akan mempengaruhi nurani yang baik dan matahati yang bijaksana.
She:Kurasa sebaiknya nuranilah yang harus membujuk akal sehat. Agar berfikir tentang cinta dengan cara yang berbeda. Bukan mengikuti hawa nafsu lalu menggambarkannya dengan kasar.
He:Tidak, akan banyak orang tersakiti apabila mencinta tanpa dasar logika. Logika yg berperan...
She:... Kau tau? Kita sudah menemukan kesimpulannya. Logika dan hati nurani harus saling melengkapi. Nurani hanya bisa mencinta tanpa bisa mempertahankan diri dari luka, logika yang akan melindunginya. Tapi logika hanya bisa melakukannya dengan cara yang biasa, saat itulah mata hati nurani yang akan menjadikannya istimewa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar