Kamis, 29 November 2012
Tanpa Judul.
Ada satu teori tentang cinta yang selalu aku anut, entah siapa pemilik teori ini tapi selalu menjadi paham yang tertanam dibenak ku. Beginilah bunyinya.. "Cinta adalah benar ketika tawa dan tangis menjadi alasan untuk tetap bersama." Apa aku salah menganut teori seperti ini? Rasional kah menganut teori yang banyak orang menganggap sebagai teori picisan? Hmm aku yakin banyak dari kalian pasti menjawab 'YA.'Dan pasti banyak dari kalian yang seumuran dengan ku berpendapat seperti nih "Udahalah ngapain sih lo cinta dibawa serius gitu.." "Kita masih muda kali,cinta seumuran kita tuh buat kesenangan sesaat aja.. engga perlu di bawa serius lah"Hmm tunggu sebentar.. aku punya pertanyaan untuk kalian yang sependapat sama pendapat di atas. Hmm gini, kalau kalian pikir cinta yang seumuran kita ini cuma buat kesenangan sesaat aja dan engga perlu dipikirkan serius,lalu untuk apa kalian pertahankan? Simpelnya, kalau sekarang aja kita engga mau berusaha buat belajar serius menjalin suatu hubungan, gimana kita bisa dapat seseorang yang kita inginkan? Mau selalu nunggu sampai akhirnya yang datang malah penyesalan? Selamat.. Selamat mengambil keputusan :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar